Tampilkan postingan dengan label biologi dan fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi dan fisika. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2013

Ternyata Galaksi Bimasakti Miliki Lebih Dari 50 Miliar Planet


Sejumlah ilmuwan melakukan sensus planet untuk pertama kalinya dan memperkirakan bahwa galaksi Bima Sakti memiliki setidaknya 50 miliar planet. Dari jumlah itu, setidaknya 500 juta planet memiliki suhu yang tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin, sehingga memungkinkan adanya kehidupan. Demikian seperti dilansir MSNBC. Angka itu masih merupakan penghitungan awal planet yang dilakukan melalui teleskop Kepler milik NASA. Kepala peneliti William Borucki menjelaskan, itu merupakan jumlah planet yang mereka temui pada tahun pertama penghitungan. Unik Baca



Misi utama sensus ini, selain mendapatkan gambaran berapa banyak planet yang terdapat dalam galaksi Bima Sakti, adalah menemukan planet yang berpotensi untuk dihuni. Borucki dan rekan-rekannya memperkirakan, satu dari dua bintang memiliki planet, dan satu dari 200 bintang memiliki planet dalam zona yang bisa dihuni. Unik Baca

Itu hanyalah perkiraan minimum, karena bintang biasanya memiliki lebih dari satu planet, sementara Kepler belum mendapatkan gambaran planet-planet yang berada cukup jauh dari bintangnya. Untuk mendapatkan perkiraan jumlah planet, ilmuwan menggunakan frekuensi planet yang telah mereka observasi dan mengaplikasikannya pada jumlah bintang dalam galaksi. Saat ini, diperkirakan terdapat 300 miliar bintang dalam galaksi Bima Sakti.


Alasan mengapa Planet, Matahari, Satelit berbentuk bulat


Pasti tidak asing kan dengan matahari ? Pernah berfikir kenapa Matahari itu berbentuk bulat, dan juga bulan, satelit bumi ini juga berbentuk bulat. Planet-planetpun berbentuk bulat, tidak ada yang berbentuk Kubus, Prisma, atau kerucut kan ?

Planet, bintang, ataupun bulan berbentuk bulat karena dulunya saat baru pertama kali terbentuk mereka berwujud cair atau gas. Cairan atau gas jika tak ada gaya yang mempengaruhinya maka akan memiliki bentuk bulat sempurna (bayangkan sebuah balon yang diisi air atau gas).

Hal tersebut karena gaya dari segala arah yang mempengaruhi molekul-molekul di permukaan benda nilainya sama besar sehingga meminimalisir luas permukaan benda. Benda yang bulat memiliki luas permukaan yang paling kecil dibandingkan jika benda tersebut tidak bulat (kubus misalnya).

Planet, bulan, dan bintang juga tadinya merupakan cairan atau gas yang terjadi akibat tumbukan-tumbukan batuan atau logam di antariksa. Tumbukan-tumbukan yang terjadi mengakibatkan panas yang tinggi sehingga melelehkan batuan atau logam tersebut. Dan lagipula planet juga tidak berbentuk bulat mutlak karena planet kan juga berotasi pada bidang ekuatorial sehingga bentuknya relatif oval.

Planet-planet, dan banyak satelit-satelit alami, terbentuk dari kumupan gas panas yang kemudian menyusut. Tarikan gravitasi antar unsur-unsur pembentuk benda angkasa itu membuatnya berbentuk bulat, karena bentuk bulat adalah bentuk di mana semua unsur bisa sedekat mungkin dengan pusat gravitasi.

Benda-benda yang lebih kecil, seperti beberapa asteroid dan meteoroid, tidak harus memiliki bentuk bulat, karena gravitasi internal mereka tidak cukup besar. Di bumi, tarikan gravitasi yang besar mengakibatkan tidak mungkin terbentuk gunung yang stabil dengan ketinggian lebih dari 15000 meter.

Gravitasi akan meruntuhkannya. Sebaliknya, di planet Mars yang lebih kecil dari bumi (jadi gravitasinya lebih kecil), sebuah gunung bisa memiliki puncak setinggi 25000 meter.

Jumat, 26 April 2013

Kebun Raya Bogor


Kebun Raya Bogor


SEJARAH

Kebun Raya Bogor didirikan tanggal 18 Mei 1817 oleh Prof. Dr. C. G. C. Reindwart, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman. Pada awalnya kebun ini bernama s’Lands Plantentuin te Buitenzorg, yang menjadi pusat introduksi berbagai tanaman ekonomi penting pertanian.
Kelapa sawit (Elaeis guinensis) adalah salah satu komoditi pertanian yang diintroduksi dari Afrika Barat ke Indonesia melalui Kebun Raya Bogor yang akhirnya menjadi induk kelapa sawitse-Asia Tenggara. Tanaman


LOKASI

Kebun Raya Bogor terletak di jantung Kota Bogor, Jawa Barat, sekitar 60 km arah tenggara Jakarta, ibu kota Republik Indonesia dengan alamat Jalan Ir. H. Juanda No. 13 Bogor, Jawa Barat.

KOLEKSI ANDALAN

Kebun Raya Bogor memiliki beberapa koleksi menarik yang diminati masyarakat, seperti Bunga Titan Arum (Amorphophallus titanum Becc.). Bunga dengan perbungaan terbesar di dunia ini tingginya bisa mencapai 3 meter. Pada saat mekar, ia menebarkan bau bangkai sehingga mengundang serangga untuk membantu penyerbukannya.
Sekitar 10.000 spesimen anggrek koleksi Kebun Raya Bogor ditampilkan di rumah anggrek yang dilengkapi sistem fogging sebagai pengatur kelembaban. Selanjutnya, terdapat pohon palem (Arecaceae), tanaman obat, buah-buahan langka, meranti (Dipterocarpaceae) dan kantung semar (Nephentaceae).
Koleksi unik lainnya, seperti pohon raja (Koompassia excelsa), teratai raksasa (Victoria amazonica) dan pohon-pohon tua seperti leci, randu dan jati, semakin melengkapi keragaman koleksi yang ada.

SPESIFIKASI HABITAT

Sebagai kebun raya yang memiliki tipe habitat dataran rendah basah, Kebun Raya Bogor terletak pada ketinggian 260 m d.p.l., dengan kelembaban udara 80 – 90% dan curah hujan 3.000 – 4.300 mm/tahun.

JUMLAH KOLEKSI

Dengan luas area sekitar 87 hektar, Kebun Raya Bogor memiliki koleksi tumbuhan sejumlah 13.697 spesimen, yang dikelompokkan ke dalam 3.441 jenis, 1.265 marga, dan 220 keluarga.


TEMPAT/BANGUNAN MENARIK

Selain koleksi tanaman tropis, Kebun Raya Bogor juga memiliki beberapa tempat dan bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Begitu memasuki gerbang utama Kebun Raya Bogor, tampak deretan pohon kenari (Canarium vulgare) di sebelah kiri dan kanan jalan. Pohon yang ditanam tahun 1831, 1834, dan 1835, berasal dari Sulawesi dan Maluku ini menimbulkan kesan tersendiri. Kemudian Taman Teysmann, sebuah taman bergaya formal yang dibangun tahun 1889 sebagai penghargaan kepada Johannes Teysmann, salah seorang kurator Kebun Raya Bogor yang banyak berkarya dalam bidang lansekap. Masih banyak tempat lain yang menarik, yaitu Taman Lebak Sudjana Kasan, Jalan Astrid, Taman Kaktus, juga Monumen J. J. Smith, Jembatan Gantung, Pohon Kalong, Kuburan Belanda, serta Monumen Lady Raffles adalah tempat yang jarang dilewatkan begitu saja
.


INFORMASI PELAYANAN

Setiap pengunjung yang membutuhkan informasi tentang Kebun Raya Bogor dapat menghubungi Pusat Informasi. Beragan fasilitas sengaja disediakan untuk melayani pengunjung, seperti Cafe de daunan, guest house, penjualan tanaman, juga perpustakaan.
Kemudian Gedung Laboratorium Pendidikan Konservasi, Garden’s Gifts, wartel, herbarium dan koleksi biji serta sarana ibadah mesjid dan musola. Setiap pengunjung yang memiliki karcis masuk mendapat layanan asuransi jiwa.

JAM BUKA
Kebun
08.00 – 17.00
Kantor
07.00 – 15.30
*
Informasi 
08.00 – 16.00
Perpustakaan
08.00 – 15.00
*
Rumah Kaca Anggrek  
08.00 – 15.30
Toko Tanaman & Cinderamata
08.00 – 15.30
Cafe De’daunan
08.00 – 21.00
Museum Zoologi
08.00 – 17.00  
* Khusus hari Jumat (08.00 – 16.00) Sabtu – Minggu dan hari libur tutup


HARGA TIKET MASUK
Mulai tahun 2008, tiket masuk Kebun Raya Bogor bersatu dengan tiket masuk Museum Zoologi Bogor. Dengan membeli satu tiket, Anda bisa mengunjungi Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi Bogor.
Pengunjung (dewasa/anak) 
:
Rp. 9.500,-/orang
Keliling Kebun/Parkir Mobil (Roda 4)
:
Rp. 15.500,-
Parkir Motor (Roda 2)
:
Rp. 3.000,-
(Berdasarkan PP RI No, 75/2007)

Untuk pemesanan fasilitas  : Telp/Fax (0251) 8311362
Website : 
http://www.bogorbotanicgardens.org


Selasa, 09 April 2013

“Keanekaragaman Hayati”


“Keanekaragaman Hayati”
11.   Pentingnya membudidayakan hewan dan tumbuhan langka

Berbagai jenis flora dan fauna bernilai ekonomis meningkatkan kesejahteraan manusia karena merupakan sumber pangan, sandang, papan, dan obat-obatan ; juga bernilai ekologis atau bermanfaat menjaga kesetabilan lingkungan. Makin beranekaragam makhluk hidup yang menempati suatu lingkungan makin stabil lingkungan tersebut. Hutan hujan tropis merupakan lingkungan yang keanekaragaman hayatinya paling tinggi, oleh karena itu di juluki  PARU – PARU DUNIA

Senin, 01 April 2013

KEBUN RAYA BOGOR


KEBUN RAYA BOGOR


Kebun Raya adalah suatu kawasan yang mengkoleksi berbagai jenis tumbuhan. Tumbuhan yang dikoleksinya memiliki dasar ilmiah. Informasi ilmiah mengenai koleksinya terdokumentasi dengan baik. Fungsi dari Kebun Raya adalah sebagai tempat konservasi ex-situ, tempat penelitian, tempat pendidikan lingkungan, dan tempat wisata.

Sampai saat ini, sebagian masyarakat masih memandang Kebun Raya Cibodas (Kebun Raya Indonesia) hanya sebagai tempat wisata. Sebagian lainnya juga belum memahami benar bahwa Kebun Raya bukan hanya sekedar tempat untuk menanam spesimen koleksi tumbuhan. Tugas besar masih dihadapi oleh Kebun Raya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti penting tumbuhan bagi kehidupan. Dalam tataran yang lebih pragmatis, tugas besar tersebut terutama terletak pada arti nyata atau nilai manfaat langsung Kebun Raya bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitarnya. Dalam kenyataannya, pengelolaan Kebun Raya memang harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya dan tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek konservasi dan kompetensi ilmiahnya saja.

Seiring dengan perjalanan waktu, Kebun Raya Cibodas telah mengalami berbagai perkembangan. Selain sebagai kebun pengembangan tanaman berpotensi ekonomi, Kebun Raya Cibodas telah berkembang menjadi sebuah lembaga ilmiah yang berperan penting dalam konservasi tumbuhan. Dari segi ekonomi, keberadaan Kebun Raya Cibodas bahkan mampu menggerakan ekonomi lokal dan kawasan, terutama sebagai tempat menggantungkan hidup bagi para pedagang bunga dan tanaman hias, perajin cinderamata, pengusaha makanan dan minuman, pengusaha penginapan dan hotel, biro perjalanan wisata, usaha perparkiran, serta menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berbau Tetapi Menarik


Dwi Novia Puspitasari - 21-09-2011 13:03:27“Bau” itu mungkin salah satu hal yang sangat tidak asing bagi kita dan selalu tidak kita senangi karena bau selalu identik dengan hal yang jelek, tetapi bagaimana jika seandainya bau itu justru yang menambah suatu kecantikan dan keunikan? Inilah yang terjadi pada bunga bangkai yang sesuai namanya bunga ini memiliki bau yang tidak sedap mirip bangkai tikus tetapi karena bau tersebutlah bunga ini menjadi menarik untuk kita lihat. Pada tanggal 21 September 2011 bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc.) yang berada di UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas – LIPI telah mekar sempurna. Hal ini di luar perkiraan karena pada awalnya bunga ini diduga akan mekar sempurna pada akhir September 2011. Pada tanggal 20 September sekitar pukul 16.00 WIB bunga ini sudah mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap, kemudian mulai proses mekarnya (antesis) pada pukul 03.00 WIB (21 September 2011) dan akhirnya mekar sempurna tepatnya pada pukul 07.00 WIB. Mekarnya bunga ini pun tidak kalah hebatnya dengan induknya karena ketinggian perbungaanya sekarang sekitar 3 m.



Mungkin selama ini sudah tidak aneh dan asing lagi jika kita mendengar bunga bangkai mekar tetapi kali ini ada beberapa hal yang membuat mekarnya bunga bangkai di Cibodas menjadi menarik dan unik. Bunga bangkai ini merupakan hasil persemaian biji, dan baru kali ini mekar untuk pertama kalinya. Induk tanaman ini berada di VAK I.B.28, yang diperoleh dari hasil kegiatan eksplorasi flora di Sungai Manau Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sumatra Barat pada tahun 2000. Pada awalnya bunga ini ditanam dari biji pada tanggal 8 Mei 2003. Jika kebanyakan bunga bangkai mekar 4 tahun sekali dalam 3 fase (vegetatif, dorman dan generatif) lain halnya dengan bunga bangkai yang mekar kali ini karena bunga ini selama 9 tahun mengalami 3 kali fase vegetatif (berdaun) dan 3 kali fase dorman (istirahat) dan baru tahun yang ke 9 ini berbunga (fase generatif). Itulah keunikan lain dari bunga bangkai ini. Pada awalnya ada sekitar 25 spesimen di luar dari induknya yang ditanam di dalam satu lokasi (VAK I.B.), tetapi baru satu spesimen ini yang berbunga. Jika anda tidak ingin ketinggalan untuk menikmati mekarnya bunga ini maka segeralah datang ke Kebun Raya Cibodas karena mekarnya bunga ini hanya bisa dinikmati sempurna dalam waktu satu minggu. Setelah satu minggu bunga ini akan mulai meluruh untuk berganti fase yaitu fase dorman.


Selasa, 12 Maret 2013

SUKSESI

SUKSESI
 
          Suksesi adalah rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis hingga mencapai ekosistem klimaks. Proses suksesi berakhir dengan sebuah ekosistem klimaks atau telah tercapai  keadaan seimbang (homeostasis).
 
Faktor yang memengaruhi proses suksesi, yaitu:
  • Luasnya habitat asal yang mengalami kerusakan.
  • Jenis-jenis tumbuhan di sekitar ekosistem yang terganggu.
  • Kecepatan pemencaran biji atau benih dalam ekosistem tersebut.
  • Iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membawa biji, spora. dan benih lain serta curah hujan yang sangat berpengaruh dalam proses perkecambahan.

Jenis substrat baru yang terbentuk
Suksesi dibedakan menjadi dua, yaitu :


1. Suksesi primer perubahan yang mengakibatkan hilangnya komunitas asal secara total sehingga di tempat komunitas asal tersebut terbentuk habitat baru.


 Contoh : suksesi yang terjadi akibat meletusnya gunung krakatau (1883)


 Urutan tumbuhan yang tumbuh : lichenes -> rumput -> herba -> semak -> pohon. Komunitas klimaks yang terbentuk dapat komunitas homogen (hutan pinus, jati) dapat pula komunitas heterogen (hutan hutan tropis)


2. Suksesi sekunder : gangguan tidak menyebabkan kerusakan total sehingga dalam komunitas tersebut substrat dan kehidupan awal masih ada.


 Contoh : padang alang-alang, lahan yang berpindah-pindah.


 

 Organisme air berdasarkan cara hidupnya dibedakan

 1. plankton : melayang mengikuti gerak aliran air
 2. nekton : berenang bebas (ikan)
 3. neuston mengapung/berada di permukaan air (serangga air)
 4. perifiton organisme yang melekat pada tumbuhan atau benda lain

Jumat, 11 Januari 2013

PENEMU SEL


Nama : alvina ditasari
Kelas : VII B
No : 03


Sel adalah 'Unit terkecil dari organ struktural dan fungsional pada mahluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan.
Berikut adalah para tokoh ilmuan yang telah berhasil mempelajari tentang sel.

1)  Robert Hooke
                                                                                                                                                                      Teori = Merupakan penemu sel, setelah mengamati sayatan gabus kering.

Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan.
Pada tahun 1835, sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
2)  Scheilden & Schwann
Teori  = Sel merupakan kesatuan struktural

  Scheiden & Schwan adalah tokoh ilmuan yang telah berjasa dalam dunia mikrobiologi, dengan teori sel merupakan suatu kesatuan struktural (berdasarkan bentuk). Scheilden mengamati sel pada tumbuhan dan Schwann mengamati sel pada hewan.  berikut adalah hasil pengamatannya:
Sel Hewan
1. tidak memiliki dinding sel
2. tidak memiliki plastida
3. memiliki lisosom
4. memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen
6. bentuk tidak tetap
7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
Sel Tumbuhan
1. memiliki dinding sel dan membran sel
2. umumnya memiliki plastida
3. tidak memiliki lisosom
4. tidak memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa pati
6. bentuk tetap
7. memiliki vakuola ukuran besar, banyak


3)  Max Schultze

Teori = Sel merupakan kesauan fungsional

Namanya sangat dikenal karena karyanya pada teori sel. Dengan menggabungkan teori Felix Dujardin dari konsep “sarcode” pada binatang dengan Hugo von Mohl dengan protoplasma pada sayuran, ia menyatukan keduanya, dan dua hal itu termasuk di bawah nama umum protoplasma, mendefinisikan sel sebagai nucleated massa dari protoplasma dengan atau tanpa sel-dinding (Das Protoplasma der Rhizopoden und der Pflanzenzellen; ein Beiträg zur Theorie der Zelle, 1863).

4)  Rudholf Virchow
 Teori = Sel merupakan kesatuan pertumbuhan (omne cellulae e cellula)

Virchow berperan dalam banyak penemuan penting. Meskipun dia dan Theodor Schwann tidak disebutkan bersamaan, dia paling banyak diketahui karena theorinya tentang sel. Ia adalah orang pertama yang menemukan sel-sel leukemia. Dia adalah orang pertama yang menerima dan menjiplak hasil kerja Robert Remak yang memnyatakan asalu usul sel adalah pembagian unsur sebelumnya. Teori ini ia tuangkan dalam epigram Omnis cellula e cellula (“setiap sel berasal dari sel sebelumnya”) yang dipublikasikan tahun 1858. (epigram ini sebenarnya ditemukan François-Vincent Raspail tapi dipopulerkan oleh Virchow). Ini adalah penolakan terhadap konsep generasi spontan (spontaneous generation), yang menyatakan organisme berasal dari benda mati.














5)  Thomas huxley


 Teori = Sel merupakan kesatuan fisik kimia

6) Watson and Crick

   Teori  = Sel merupakan kesatuan hereditas

7)  Robert Brown

   Teori  = Pada sel terdapat inti sel ( Nukleus )
adalah botanis Skotlandia yang memberikan sumbangan penting terhadap botani melalui penemuan inti sel dan aliran sitoplasma, pengamatan pertama dari Gerakan Brown, penelitian awal terhadap penyerbukan dan pembuahan tumbuhan. Brown juga salah satu yang pertama mengenali perbedaan mendasar antara tumbuhan gimnosperma dan angiosperma, dan melakukan studi awal palinologi. Dia juga memberikan banyak sumbangan terhadap taksonomi tumbuhan, termasuk penggolongan sejumlah familia tumbuhan yang masih diterima saat ini, dan banyak marga dan spesies tumbuhan Australia, hasil penjelajahannya beserta Matthew Flinders



8)  Felix Dujardin

  Teori   = Di dalam setiap sel mahkluk hidup terdapat sitoplasma   

Jumat, 23 November 2012

ASAM, BASA, DAN GARAM


IPA SMP/MTs KELAS 7 BAB 3 ASAM BASA DAN GARAM

IPA SMP/MTs KELAS 7 BAB 3 ASAM BASA DAN GARAM 


 
  

Senin, 29 Oktober 2012

IPA BIOLOGI DAN FISIKA

MIKROSKOP

Definisi mikroskop. Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar.

Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Mikroskop merupakan alat optic untuk mengamati benda-benda renik (sangat kecil). Mikroskop juga disebut compound microscope, yang terdiri dari atas dua lensa positif. Lensa yang dekat dengan benda disebut lensa objektif dan lensa yang dekat dengan mata disebut dengan lensa okuler. Melihat bayangan benda dengan mikroskop berlaku hal-hal berikut :

  1. Mata tidak terakomodasi yaitu bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif harus diletakkan pada lensa okuler sehingga bayangan akhir di tempat tidak terhingga
  2. Mata berakomodasi maksimum.Bayangan yang dibentuk lensa objektif harus diletakkan di ruang 1 lensa okuler (ruang 1 adalah ruang antara pusat lensa sampai lensa)
Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Mikroskop

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel.

Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler.

PENGAMATAN GEJALA ALAM


 PENGAMATAN GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK


PENGAMATAN GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK
A.    PENGANTAR
Gejala alam adalah suatu fakta berupa objek atau fenomena yang menunjukkan segala sesuatu  proses yang terjadi secara alami, yang terjadi pada benda-benda mati (abiotik) ataupun pada mahluk hidup (biotic) secara invividual ataupun dalam konsep ekosistem. Untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik dapat dilakukan  melalui pelaksanaan pengamatan objek secara terencana dan sistematis, sehingga selain memperoleh informasi konsep gejala alam, di dalamnya terjadi pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Komponen biotik yaitu segala sesuatu yang berupa makhluk hidup dan gejala kehidupannya yang terjadi pada hewan dan tumbuhan secara individual atau komunitas. Misalnya; perkecambahan, perbungaan, pertumbuhan dan perkembangan, kelahiran pada hewan, adaptasi dan upaya-upaya mempertahankan hidup, kehidupan dan perilaku hidup pada berbagai habitat. Sedangkan komponen abiotik yaitu segala sesuatu yang terdapat disekitar makhluk hidup yang berupa makhluk tak hidup, seperti proses yang terjadi air, udara, tanah, pasang surut, gunung berapi dan sebagainya. Demikian juga dengan interaksi antara kedua komponen biotic dan abiotik tersebut.
B.     PELAKSANAAN
1.      Alat dan bahan: Dalam  pengamatan gejala alam biotik dan abiotik diperlukan beberapa alat dan bahan yang ada di laboratorium, seperti mikroskop, kaca pembesar (lup), termometer alkohol, higrometer, pH indikator universal, kaca benda dan penutupnya, pipet tetes, gelas kimia.
2.      Pengamatan dapat dilakukan baik di alam maupun di laboratorium. Pengamatan dilakukan untuk memperoleh informasi atau pengetahuan dari objek atau peristiwa dengan menggunakan alat indera, secara kuantitatif ataupun kualitatif.
3.      Untuk mengembangkan kemampuan pengamatan secara sistimatis dan terencana, hendaknya siswa diajak berdiskusi untuk merencanakan langkah-langkah pengamatan terhadap suatu objek atau fenomena tertentu berdasarkan situasi dan kondisi di lingkungan siswa. Misalnya untuk fenomena abiotik diantaranya, perubahan suhu dan kelembaban udara sejalan dengan pertambahan waktu atau tempat yang berbeda, suhu dan pH tanah,  pergerakan udara, atau sudut datang cahaya matahari sejalan dengan perputaran bumi. Untuk daerah pantai mungkin dapat diamati peristiwa perbedaan batas hempasan air ombak sejalan dengan pergeseran waktu.
4.      Selain itu, siswa juga melakukan pengamatan terhadap gejala alam biotik dilakukan dengan cara mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang terdapat di sekitar tempat pengamatan dan mengamati fenomena yang terjadi pada objek yang teramati yang alami ataupun tidak alami, misalnya: (1) peristiwa kelahiran pada hewan (2) cara mencari makan dan pemangsaan pada hewan, (3) peristiwa berbuah, berbunga dan kecambah tumbuhan (4) pengamatan adanya perbedaan  kehidupan dalam perairan dan darat.
5.      Selama melakukan pengamatan, siswa mungkin mengalami beberapa kesulitan, terutama dalam melakukan pengukuran faktor-faktor abiotik berupa cara menggunakan peralatan yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor abiotik tersebut.  Oleh karena itu, guru harus menjelaskan mengenai kegunaan, cara penggunaan alat dan keselamatan kerja.
6.      Kesulitan yang lain yaitu dalam mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar tempat pengamatan. Hal ini dikarenakan siswa tidak mengenal dan baru memperhatikan jenis hewan dan tumbuhan yang mereka temukan. Oleh sebab itu, guru dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi dan memberi tahu jenis hewan dan tumbuhan yang mereka temukan. Di samping itu, dalam menentukan tempat pengamatan mungkin di sekolah tertentu tidak terdapat kolam atau sawah. Untuk mengatasinya, guru dapat mencari alternatif  tempat lain, misalnya kebun, padang rumput, danau, ataupun tepian sungai yang terdapat di sekitar sekolah. Pengamatan tidak terbatas pada objek yang makroskopis saja, dapat juga dilakukan terhadap setetes air yang diperoleh dari kolam atau sawah, untuk menunjukkan adanya kehidupan di dalamnya. Guru juga dapat memodifikasi penentuan tempat pengamatan dengan membandingkan pengamatan di tempat terang dan teduh.
7.      Dari kegiatan praktikum yang dilakukan terdapat beberapa potensi keterampilan proses sains yang dapat dikembangkan, diantaranya yang utama adalah keterampilan mengobservasi, menggunakan alat dan bahan, serta keterampilan berkomunikasi.
8.      Data dan analisis data: Bentuk data yang diperoleh yaitu data hasil pengukuran faktor-faktor abiotik suhu dan  kelembaban tanah dan  udara,  yang berupa data kuantitatif. Selain itu juga diperoleh data yang bersifat kualitatif berupa hasil identifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang ditemukan serta proses alami yang ditemukan. Siswa hendaknya diajak untuk merencanakan format table untuk menuliskan data, misalnya:
Contoh tabel hasil pengamatan faktor biotik dan abiotik
Gejala alam yang diamati
Tempat :
Waktu Pengukuran ke- :
1
2
3
dst
Faktor Abiotik
Suhu udara (oC)
Suhu tanah (oC)
Kelembaban udara
Sudut datang cahaya matahari
Arah angin
Contoh tabel pengamatan gejala alam biotik:
Fenomena
Alami
Tidak alami
Kelahiran
Pertumbuhan
Perkembangbiakan  tanaman
Dari data yang diperoleh, hendaknya guru membimbing untuk melakukan interpretasi terhadap fenomena hubungan waktu dan tempat terhadap perbedaan faktor abiotik yang disebabkan adanya perubahan sebagai hasil interaksi antara satu factor dengan factor yang lainnya. Demikian juga dengan kecenderungan dari fenomena abiotik yang terjadi pada proses pengamatan.
Dari analisis data terdapat beberapa potensi keterampilan proses sains yang dapat dikembangkan, diantaranya: merencanakan dan melaksanakan suatu kegiatan penelitian, observasi untuk mengumpulkan dan mengorganisir data,  menafsirkan pengamatan atau interpretasi, seperti menghubung-hubungkan hasil pengamatan tentang interaksi antara faktor abiotik yang satu dengan faktor abiotik yang lainnya, juga interaksi antara faktor abiotik dengan faktor biotiknya. Selain itu, menemukan pola atau keteraturan,  mengelompokkan (mengklasifijasi) dengan membedakan peristiwa gejala alam alami yang tidak alam. Keterampilan meramalkan (prediksi) berdasarkan pola gejala alam yang terbentuk. Keterampilan berkomunikasi seperti membuat dan membaca tabel hasil pengamatan, mendiskusikan hasil pengamatan dan menjelaskan hasil pengamatan tentang faktor biotik dan abiotik. Keterampilan menggunakan alat pengukuran faktor abiotik dengan tepat dan benar juga merupakan keterampilan proses sains yang dapat dikembangkan.
9.      Kesimpulan:  Penarikan kesimpulan hendaknya diarahkan pada pengertian mengenai gejala alam, perbedaan gejala alam biotik dan abiotik, adanya kecenderungan atau pola tertentu dari gejala alam serta serta menunjukkan contoh-contoh gejala alam.
10.  Terapan pengembangan diarahkan pada memanfaatkan karakteristik gejala alam untukkesejahteraan manusia, misalnya:
-          Adanya pola pasang surut, angin darat dan angin laut berkaitan dengan pelayaran.
-          Peristiwa perbungaan dan berbuah pada tanaman berhubungan dengan musim untuk meningkatkan produksi pangan. 

ASAM,BASA DAN GARAM


Asam, Basa, dan Garam


Asam, basa dan garam (Plassa). Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhubungan dengan senyawa asam, basa dan garam, bahkan hampir tiap hari kita selalu menggunakan senyawa yang bersifat asam maupun basa. Kita pun tak lepas dari garam karena hampir semua makan yang kita makan menggunakan garam. Untuk memahami tentang asam, basa dan garam mari kita bahas bersama-sama.

A. Asam
Senyawa asam banyak kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Semua senyawa asam  mempunyai rasa masam/kecut. Rasa masam/kecut ini desebabkan oleh  adanya senyawa yang bersifat asam. Buah-buahan memiliki rasa asam berkat adanya senyawa asam yang dikandungnya. Jeruk mengandung asam sitrat sedangkan anggur mengandung asam tartrat. Air susu yang basi mengandung asam laktat. Selain itu, senyawa asam dapat kita temukan juga dalam lambung dan darah. Dalam lambung terdapat asam klorida yang berperan pada pencernaan makanan serta dalam darah terdapat asam karbonat dan asam phosfat yang berperan pada pengangkutan makanan. Perhatikan tabel berikut.
Tabel 1.1 Beberapa Asam dan Sumbernya
1.      Ciri-Ciri Asam
   a.  Rasanya asam
b.  Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah
c.  Mempunyai pH (derajat keasaman) kurang dari 7
d.  Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
e.  Dengan logam tertentu dapat mengahasilkan gas hidrogen
f.   Bersifat korosif atau merusak bahan-bahan benda-benda yang dikenainya

 2.      Peranan Asam Dalam Kehidupan
Asam merupakan salah satu senyawa yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Agar lebih jelas, perhatikan tabel berikut. 
Tabel 1.2 Beberapa Asam yang Ada di Sekitar
Tabel 1.2 Beberapa Asam yang Ada di Sekitar
 
Meskipun asam adalah senyawa yang sangat berguna, tetapi asam juga dapat menimbulkan berbagai kerusakan pada bahan-bahan yang dikenainya karena asam bersifat korosif. Salah satunya adalah peristiwa hujan asam. Berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan oleh hujan asam:
a. mungubah pH tanah sehingga kondisinya tidak sdsuai dengan tumbuhan dan mengakibatkan pohon/tanaman mati.
b.  dapat menghilangkan unsur-unsur hara dalam tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah.
c.   mengubah pH air sehingga dapat mematikan ikan-ikan dan biota-biota air.
d.   merusak bangunan, terutama yang terbuat dari batu pualam (karbonat dan logam).

B.   Basa
Seperti halnya asam, basa juga banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Para ibu rumah tangga menggunakan abu gosok untuk mencuci piring. Basa dalam abu gosok dapat bereaksi dengan kotoran berupa lemak/minyak , sehingga menjadi larut. Sedangkan, untuk mencuci piring yang sangat  berminyak perlu menggunakan sabun. Sabun dapat melarutkan lemak dan minyak. Para penderita magh selalu minum obat berupa magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida.

1.   Ciri-Ciri Basa
   a.   Pahit dan licin di kulit
b.   Mempunyai pH lebih dari 7
c.   Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
d.   Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
e.   Dapat menetralkan sifat asam
f.    Bersifat kausatik atau dapat merusak kulit
Gambar 1.1 Sabun merupakan salah satu contoh zat yang bersifat basa
Gambar 1.1 Sabun merupakan salah satu contoh zat yang bersifat basa

2.   Peranan Basa dalam Kehidupan  
Tabel  1.3 Beberapa Basa dan Fungsinya
Tabel  1.3 Beberapa Basa dan Fungsinya

C. Teori Asam Basa Arrhenius
Dari uraian di atas, salah satu ciri dari asam adalah senyawa yang berasa  asam dan memerahkan lakmus biru sedangkan basa adalah senyawa berasa pahit dan licin di kulit serta dapat membirukan lakmus merah. Ciri tersebut belum dapat menjelaskan mengapa asam atau basa dapat menghantarkan listrik atau dikenal dengan istilah elektrolit. Untuk itu, Svante August Arrhenius mengajukan suatu konsep asam-basa yang di kenal sebagai teori asam-basa Arrhenius.
Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidrogen (H+). Semakin banyak ion H+, semakin kuat sifat asamnya. Dengan demikian,  dikenal asam kuat dan asam lemah. Asam kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan asam lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut.

Tabel 1.4 Asam Kuat dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.4 Asam Kuat dan Reaksi Ionisasinya

Tabel 1.5 Beberapa Asam Lemah dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.5 Beberapa Asam Lemah dan Reaksi Ionisasinya
Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). Semakin banyak ion OH-, semakin kuat sifat basanya. Dengan demikian,  dikenal basa kuat dan basa lemah. Basa kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan basa lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut.

Tabel 1.6 Basa Kuat dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.6 Basa Kuat dan Reaksi Ionisasinya
  
Tabel 1.7 Beberapa Basa Lemah dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.7 Beberapa Basa Lemah dan Reaksi Ionisasinya 
 
D.   Garam
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal garam dapur yang biasa digunakan untuk bumbu masak. Garam dapur merupakan salah contoh dari garam menurut  ilmu kimia.
Seperti halnya asam dan basa, garam juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Perhatikan tabel berikut.
Tabel 1.8 Beberapa Garam dan Fungsinya dalam Kehidupan Sehari-Hari
Tabel 1.8 Beberapa Garam dan Fungsinya dalam Kehidupan Sehari-Hari
      Adapun ciri-ciri dari garam antara lain:
1.   Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik
2.   Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya.  
a.   asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral
b.   asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam
c.   asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa

E.                                          E.   Tingkat Keasaman  (pH)
Tingkat keasaman merupakan ukuran besar kecilnya pH yang menunjukkan skala keasaman dan kebasaan suatu larutan, angkanya sekitar 0 sampai dengan 14 dengan ketentuan sebagai berikut.
1.   Larutan  asam memiliki pH<7
2.   Larutan basa memiliki pH>7
3.   Larutan netral memiliki pH=7
skala ph
 
F.   Indikator
Indikator adalah bahan/alat yang digunakan untuk mengenali sifat suatu senyawa (asam, basa atau netral).
Macam-macam Indikator:
1.  Indikator alami
Indikator alami diperoleh dari bagian tumbuhan berwarna dapat berupa bunga, daun, buah, biji, atau akarnya. Contohnya, kunir, bunga sepatu merah, kulit manggis, dan lain-lain.
Misalkan kulit manggis, kulitnya digerus sampai halus kemudian dituangi pelarut (alkohol) dan selanjutnya airnya dipisahkan melalui penyaringan.  Ekstrak kulit manggis tersebut di teteskan pada senyawa yang bersifat asam atau basa, contohnya adalah larutan asam (HCl) atau basa (NaOH), maka:
  • Pada larutan asam : terjadi perubahan warna dari ungu menjadi coklat kemerahan
  • Pada larutan basa: terjadi perubahan warna dari ungu menj`di biru kehitaman
2.   Indikator  buatan
       a. Kertas lakmus
Kertas lakmus
b.  Kertas indikator universal
c.  Larutan

 Tabel 1.10 Beberapa Indikator Larutan  dan Perubahan Warnanya
 Tabel 1.10 Beberapa Indikator Larutan  dan Perubahan Warnanya

d.   pH meter/pH digital
pH meter/pH digital
 
G.   Reaksi pada Asam, Basa, dan Garam
  1. Logam + asam -------> gas hidrogen + garam
Contoh: besi + larutan asam asetat  ----------> gas hidrogen + besi(II) asetat
       Fe(s) +2CH3COOH ----------> H2(g) +Fe( CH3COO)2(aq)
  1. Asam kuat + basa kuat ---------> garam (bersifat netral) + air
Contoh: Larutan asam klorida  + larutan natrium hidroksida ---> larutan natrium klorida + air
     HCl(aq) + NaOH(aq) ---> NaCl(aq) + H2O(l)
Reaksi pada Asam, Basa, dan Garam
  1. Asam lemah + basa kuat ---> garam (bersifat basa) + air
Contoh: Larutan asam phosfat  + larutan natrium hidroksida --> larutan natrium phosfat + air
                   H3PO4(aq) + 3NaOH(aq) --> Na3PO4(aq) + 3H2O(l)
  1. Basa lemah + asam kuat --> garam (bersifat asam) + air
Contoh: Larutan ammonium hidroksida  + larutan asam sulfat --> larutan ammonium sulfat +   air
                   2NH4OH(aq) + H2SO4(aq) --> (NH4)2 SO4(aq) + 2H2O(l)
  1. Oksida logam (oksida basa) + asam --> garam + air
Contoh: natrium oksida  + larutan asam nitrat --> larutan natrium nitrat + air
                            Na2O(s) + HNO3(aq) ---> NaNO3(aq) + H2O(l)
  1. Oksida nonlogam (oksida asam) + basa ---> garam + air
Contoh: gas karbon dioksida  + larutan kalsium hidroksida --> endapan kalsium karbonat + air
                            CO2(g) + Ca(OH)2(aq) ---> CaCO3(s) + H2O(l)

Jumat, 19 Oktober 2012

MIKROSKOP

PENGERTIAN MIKROSKOP

Kamis, 17 November 2011


Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.
berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:


LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.